EMPATLAWANGNEWS – Penyusunan dan penelaahan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Empat Lawang resmi rampung.
Penyelesaian dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan sarana dan prasarana sekolah memasuki tahap realisasi fisik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Sefza Doris, Saat di temui wartawan menjelaskan, terdapat tiga produk utama dalam penyusunan dokumen AMDAL pembangunan Sekolah Rakyat.
“Pertama Formulir Kerangka Acuan (FKA) Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang. Kedua, Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup pembangunan Sekolah Rakyat. Ketiga, Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Andal),” ujar Sefza Doris Saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, ketiga dokumen tersebut telah dinyatakan layak untuk menjadi acuan dalam keberlangsungan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Empat Lawang.
Penyusunan dokumen dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang selaku pemrakarsa kegiatan.
Proses tersebut juga melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Empat Lawang serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Selain itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Sefza Doris, juga mengatakan penyusunan AMDAL dilakukan secara terkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga Dokumen tersebut juga telah dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup RI.
“Dalam penyusunan dokumen AMDAL, kami selalu berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, termasuk dengan warga Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi, karena pembangunan Sekolah Rakyat ini masuk dalam wilayah desa tersebut dan juga telah selsai di laporkan ke kementrian republik Indonesia,” kata Sefza Doris.
Ia menjelaskan, koordinasi dengan masyarakat sekitar telah dilakukan melalui sejumlah rapat bersama warga yang berpotensi terdampak pembangunan. Selain itu, survei lingkungan secara langsung juga telah dilakukan di Desa Lubuk Gelanggang.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghimpun informasi dan masukan dari masyarakat sekaligus memastikan aspek lingkungan maupun sosial di sekitar lokasi pembangunan menjadi bagian dari perhatian dalam dokumen AMDAL.
Pelaksanaan program ini dilakukan melalui sinergi lintas instansi, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dalam aspek teknis infrastruktur dan Kementerian Sosial dalam penyelarasan sasaran penerima manfaat.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan program strategis nasional yang diarahkan untuk membantu memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan gratis dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan data sementara, jumlah siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang saat ini mencapai 352 siswa.
Jumlah tersebut terdiri dari 82 siswa lama, ditambah penerimaan siswa baru sebanyak 150 siswa SD, 30 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Sefza Doris berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar hingga Sekolah Rakyat nantinya beroperasi secara optimal.
“Harapannya, setelah pembangunan Sekolah Rakyat selesai, anak-anak bisa bersekolah di SR dengan fasilitas yang semuanya gratis,” ungkapnya.
Rampungnya AMDAL menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang tidak hanya membuka akses bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan keberlanjutan.
Dengan demikian, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi salah satu sarana strategis untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak Kabupaten Empat Lawang sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.