Empat Lawang News – DISDIKBUD melalui Bidang Pembinaan PAUD dan PNF melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Digitalisasi Tahun 2026 yang berlangsung selama 1 (satu) hari yaitu kamis, tanggal 27 Agustus 2026 yang bertempat di Hotel Khalisa
Sosialisasi ini mengundang Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Empat Lawang, Perwakilan Dharmawanita Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Perwakilan Dharmawanita BKPSDM Kabupaten Empat Lawang Himpaudi, Perwakilan IGTKI Kabupaten Empat Lawang, 64 Satuan Pendidikan yang terdiri dari 19 Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Pemerintah Digitalisasi Tahun 2025 dan 45 Calon Penerima Bantuan, serta Narasumber dari Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu “A Ba Ta Tsa” Kabupaten Lahat dan Narasumber Ketua HIMPAUDI Kabupaten Empat Lawang.
Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dora Dilia, S.Pd.,MM dalam Sambutannya beliau mengatakan Transformasi digital terus menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui program dan penguatan pembelajaran digitalisasi PAUD Tahun 2026, satuan pendidikan didorong untuk semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan
Digitalisasi PAUD tidak hanya diarahkan pada penggunaan perangkat teknologi di ruang belajar, tetapi juga pada peningkatan kompetensi pendidik dalam memilih, memanfaatkan, dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan perkembangan anak usia dini, Sambungnya.
Sosialisasi ini menghadirkan Narasumber dari Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu “A Ba Ta Tsa”, Jihan Faninda Ridanti, M.Pd.,Gr beliau menjelaskan Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan inovatif. Namun demikian, penerapan digitalisasi tetap berpegang pada prinsip utama pendidikan anak usia dini, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada anak melalui kegiatan bermain, bereksplorasi, berinteraksi, dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.
Selain mendukung proses pembelajaran, transformasi digital juga memberikan manfaat dalam pengelolaan administrasi pendidikan, pendataan, pelaporan, komunikasi antara satuan pendidikan dan orang tua, serta pengembangan berbagai inovasi layanan pendidikan, lanjutnya.
Ditambahkan oleh Anita S.Pd.,M.Pd juga sebagai Narasumber di Sosialisasi ini Pada Tahun 2026, penguatan kompetensi digital pendidik menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pendidik diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami etika dan keamanan digital, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga mulai menjadi bagian dari perkembangan ekosistem pendidikan. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas pendidik, sepanjang penggunaannya tetap memperhatikan etika, keamanan data, serta kebutuhan perkembangan anak.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana dan Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang, Serly Famita Yunianti, S.E. berharap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, antara satuan pendidikan, pendidik, orang tua, dan masyarakat, digitalisasi PAUD diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Digitalisasi bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran pendidik maupun mengurangi pentingnya interaksi langsung dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen pendukung yang memperkuat kreativitas dan kualitas pembelajaran, lanjutnya.
Beliau juga mengatakan dengan penguatan digitalisasi PAUD secara berkelanjutan, diharapkan satuan pendidikan mampu mempersiapkan lingkungan belajar yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga hakikat pendidikan anak usia dini sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan generasi masa depan.
“Digitalisasi PAUD bukan sekadar menghadirkan teknologi di ruang belajar, melainkan membangun kapasitas pendidik dan ekosistem pembelajaran yang adaptif, kreatif, aman, serta berorientasi pada masa depan,” demikian semangat yang terus didorong dalam penguatan pembelajaran digitalisasi PAUD Tahun 2026, tutupnya.

