Joncik Muhammad Pimpin Penanaman Perdana Bawang Putih di Pulau Mas Empat Lawang

EMPATLAWANGNEWS — Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Polres Empat Lawang mulai menggerakkan pengembangan komoditas bawang putih sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Langkah tersebut ditandai dengan penanaman perdana bawang putih secara serentak di kawasan Pulau Mas, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (19/8/2026).
 Program tahap awal ini menargetkan lahan seluas 10 hektare untuk pengembangan bawang putih.

Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, mengatakan penanaman perdana tersebut merupakan bentuk dukungan daerah terhadap arahan pemerintah pusat dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan, khususnya komoditas bawang putih.

“Hari ini perdana, insyaAllah kita berdoa, mudah-mudahan dapat 10 hektare. Alokasinya kuotanya 10 hektare bawang putih,” ujar Joncik.

Menurut Joncik, kawasan Pulau Mas dipilih sebagai lokasi awal karena lebih mudah dikontrol dan dipantau selama proses budidaya. 

Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan tanaman mendapatkan perawatan yang optimal.

“Kita bisa kontrol, bisa kita lihat berkala, mungkin setiap hari atau paling tidak seminggu tiga kali kita cek ke sini,” katanya.

Joncik berharap proses budidaya berjalan baik sehingga hasil panen nantinya sesuai dengan yang diharapkan. 

Jika penanaman dan perawatan berjalan optimal, panen perdana ditargetkan dapat dilakukan sekitar tiga hingga empat bulan mendatang.

“Kita berharap nanti tiga-empat bulan ke depan selesai tanam perdana akan panen perdana, hasilnya maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan, khususnya dalam pengembangan komoditas bawang putih.

“Ini salah satu bentuk dukungan dari Polri untuk mendukung swasembada pangan, khususnya untuk komoditas bawang putih,” kata Abdul Aziz.

Ia menjelaskan, untuk tahap awal seluruh lahan direncanakan terpusat di kawasan Pulau Mas. Pemusatan lokasi dinilai dapat mempermudah proses pengawasan, pengendalian serta pemberian perlakuan teknis terhadap tanaman selama masa budidaya.

“Sementara kami rencanakan di Pulau Mas. Jadi biar terpusat di sini untuk kontrol, kemudian untuk treatment juga gampang pengawasannya,” jelasnya.

Persiapan lahan selanjutnya akan dilakukan melalui sinergi antara Pemkab Empat Lawang, Polres Empat Lawang dan organisasi perangkat daerah terkait. 

Koordinasi dengan pihak teknis juga dilakukan untuk memastikan pengembangan bawang putih berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang Hendra Lezi menambahkan, pihaknya bersama Polres Empat Lawang telah melakukan penelitian terhadap struktur tanah yang akan digunakan untuk penanaman bawang putih.

Namun, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kondisi tanah tersebut masih dalam proses dan belum diterima. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah teknis budidaya.

“Untuk bawang putih, kami bekerja sama dengan pihak Kapolres telah meneliti struktur tanah yang ada di Kabupaten Empat Lawang. Namun hasil lab yang sudah diperiksa belum kami dapatkan,” ujar Hendra.

Dinas Pertanian, kata Hendra, akan berupaya maksimal agar pengembangan bawang putih tersebut berhasil dan mampu memberikan kontribusi terhadap program swasembada pangan nasional.

“Ke depan kami merencanakan memang bawang putih ini kami usahakan semaksimal mungkin bisa berhasil untuk mendukung swasembada pangan, dalam hal ini bawang putih di Kabupaten Empat Lawang,” katanya.

Untuk mendukung keberhasilan budidaya, aspek teknis perawatan tanaman, termasuk menghadapi kondisi musim kemarau, akan melibatkan tenaga ahli dari Dinas Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Dengan target awal 10 hektare, penanaman bawang putih di Pulau Mas diharapkan menjadi titik awal pengembangan komoditas tersebut di Kabupaten Empat Lawang. 

Jika berhasil, program ini berpotensi diperluas sehingga tidak hanya mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga membuka peluang pengembangan bawang putih secara lebih luas di daerah.